NOVEL VAMPIRE LOVE STORY I I Season 1, Episode 2



VAMPIRE LOVE STORY



Namun tiba-tiba mereka memanggil Jun dan Junpun maju dengan perlahan-lahan mendekati perempuan tadi, aku rasa Jun dihipnotis dan aku harus kabur, namun saat aku mendengar mereka berbicara dengan santai dan Junpun seketikan mengerti tentang apa yang dikatakannya, jalankupun sontak berhenti dan memperhatikan mereka. Aku terus memperhatikan mereka dari kejauhan dan menunggu mereka sampai selesai, akupun yang sedang melamun segera memfokuskan pandanganku yang melihat Jun menghampiriku dengan tersenyum dan berkata” tidak perlu takut, aku butuh bantuanmu”. setelah kata itu diucapkan seketika kegelapan kamarku berubah seperti semula,aku sangat panik dan untungnya ibu segera keluar tadi setelah menaruh nampan. “ ada apa ini?”tanyaku dengan raut wajahku yang panik. “ dia terperangkap dalam sihir seorang penyihir hebat, dan dia harus keluar dari perangkap itu. Dan dia bercerita bahwa satu-satunya orang yang bisa menolongnya hanyalah dirinya sendiri”jelas Jun. “menolong diri-sendiri apa ini aku tidak mengerti dengan semua ini?” tanyaku kesal. “ aku tahu mungkin ini tidak masuk akal”  jawab Jun murung. “ cepat katakan!” perintahku kesal. “perempuan tadi adalah kamu dari masa depan” jawabnya sambil merangkulku. Aku merasa seperti tersambar petir. “ada apa dengan masa depanku,gaun itu”aku bertanya-tanya semua ini dalam hati. “bahasa apa yang dia gunakan?”tanyaku. “spanyol, dia bercerita kalau dihari pernikahannya ada penyihir yang akan merusak pestanya dan penyihir itu bukan lain adalah mantan kekasihmu”jelas Jun sambil mengambil buku yang tadi terlempar. “ apa kamu serius” tanyaku sambil menatap mata Jun. “ apa aku tidak terlihat serius?” tanyanya kesal. Aku sangat bingung saat ini. “ buku ini yang akan menjawab semua pertanyaanmu dan kamu pasti tidak akan melewatkan satu demi satu kata yang ada dalam buku itu” jawab Jun sambil melempar buku itu ke wajahku.”kamu bukan Jun” teriakku sambil mendorongnya. “ Jun yang sebenarnya tidak bersikap kasar padaku”teriakku sambil menunjuknya.” Ohya”jawabnya lalu memutarkan bola matanya. “ maaf aku sudah mengenalnya sejak aku masuk TK”teriakku marah. “ ada apa ini” tiba-tiba ibu masuk ke kamarku dan melerai kami berdua. Ini pertama kalinya aku bertengkar dengan Jun sehebat ini. Tak lama saat ibu melerai kami berdua, aku terjatuh dan semua terlihat gelap dan tubuhku tidak bisa untuk digerakkan.
Dengan lemas aku membuka mataku perlahan-lahan, aku merasa tanganku sangat pegal. “ kamu kenapa?” terdengar suara laki-laki yang hendak menyenderkan kepalanya ditanganku. Aku mengenalinya, dia adalah kekasihku. “ sebentar aku akan mengambilkanmu secangkir teh hangat” ucapnya sambil mengambilkanku teh hangat. “aku akan menjagamu” ucapnya. Tapi aku hanya bisa tersenyum karena aku merasa kalau mulutku sedang dikunci. “ibu”tiba-tiba mulutku bergerak sendiri.” Ibumu sedang mengurus Jun, dia luka-luka sepertinya tadi kalian sedang bertengkar. Mulutku terasa ringan setelah aku meminum teh hangat yang diberikan oleh Wilson. “iya kami baru saja bertengkar” jawabku sambil berusaha duduk dari tidurku. “masalah apa?mungin aku bisa bantu” jawabnya yang siap mendengarkan ceritaku. “aku akan cerita nanti, sebelum itu apa yang terjadi tadi?” tanyaku. Saat  Ken mendengar perkataanku barusan dia tampak cemberut dan kesal. “kamu pingsan dan ibumu menelponku untuk menjagamu dan Joe ada dikamar ibumu”jawabnya kesal. “baiklah aku akan cerita”ucapku. Wilson yang tadinya sedih langsung tersenyum dan duduk tepat disebelahku. Setelah aku menceritakan semuanya pada Wilson dia tampak sangat percaya dan bersemangat membantu sosokku dari masa depan itu. Tapi aku masih berpikir sama, bahwa Jun berubah setelah dia berbicara dengan sosok itu tadi malampun tiba.

Komentar

Postingan Populer