Novel Vampire Love Story I I Season 1, Episode 1


 Vampire Love Story


“Ternyata menjadi seorang vampir itu sangatlah menyedihkan dan malang. Mungkin keajaiban ini akan terasa menyenangkan dan seru apabila dipergunakan oleh orang yang mengerti dan memahami kehidupan. Bahwa kehidupan vampir tak selamanya menyedihkan,suram dan malang” itulah kata –kata terakhir yang terdapat dalam buku ini. “ sepertinya aku harus mencoba menjadi vampir” gumamku dalam hati sambil tersenyum. “bagaimana kalau ini semua menjadi nyata, apa semua akan setuju kalau aku jadi vampir ya?” tanyaku dalam hati. Hatiku terus bertanya – tanya  tentang kehidupan vampir. “ tapi, apalah. Ini hanya sebuah karangan fiksi belaka. Mungkin aku sedang bosan, aku akan menelpon Jun” kataku sambil mengambil ponselku dimeja belajarku. “hai Jun, apakabar, bisakah kamu ke rumahku sekarang? ada yang inginku bicarakan”tanyaku.” iya, kabarku baik- baik saja. Baiklah tunggu aku ya, bye”ucapnya dan segera menutup telponku. Joe adalah sahabat dekatku sejak aku masih TK, dari dulu kami memang teman seperjuangan. Nama panjangnya Jun Archer . Panggilanya Jun. “Nicole, temanmu datang nih”terdengar suara ibu dari ruang tamu. “ iya bu, aku turun”ucapku sambil menuruni anak tangga dengan cepat aku sudah sampai dihadapan ibu dan Jun . “ibu kita ke atas dulu ya”ucapku yang sedang memegang tangan Joe dan segera menariknya berdiri.” Iya ibu segera bawakan camilannya ke atas” kata ibu sambil berjalan ke arah dapur. “ ayo!” ajakku sambil menarik tangan Jun dan segera menaiki anak tangga dan masuk ke kamarku. “ ada apa nih?” tanya Jun sambil melihat koleksi bukuku yang tersusun rapih dilemari bukuku. “ bagaimana kalau aku menjadi vampir Jun, keren bukan” kataku sambil membanggakan diri. Tapi Jun tidak menanggapinya dan hanya menertawaiku. “ itu semua hanya cerita belaka Nicole”ucapnya sambil menahan tawa. “ um.. sepertinya aku tahu penyebabnya “ katanya sambil menunjuk ke arah buku yang barusan ku baca. “ halo anak-anak ini camilan dan minumannya ibu taruh diatas meja ya” kata ibu yang langsung masuk dan menaruh sebuah nampan diatas mejaku. Suara pintu yang kencang membuat kami berdua terkejut dan dengar tidak sengaja Jun melempar buku itu ke arah jendela dan semuanya menjadi gelap dan menakutkan. Jun segera berlari ke arahku dan menjauh dari jendela. Dan muncul sesosok perempuan yang menggunakan gaun putih yang sudah sobek-sobek dan warnanya pudar. Kurasa dia memakai gaun pernikahan. Dan dia terlihat berusaha berbicara dengan kita, namun apa daya kita tidak mengerti tentang apapun yang berusaha dia katakan kepada kita. Dan dia mengganti-ganti bahasanya, kami yang tidak mengerti hanya saling bertatap-tatapan.  

Komentar

Postingan Populer